PPP KBB Mulai Panaskan Mesin Politik, Target Kursi DPRD Jadi Nol ke Lima
BANDUNG BARAT – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai memanaskan mesin politiknya jauh sebelum pesta demokrasi berikutnya digelar. Di Kabupaten Bandung Barat (KBB), konsolidasi organisasi digencarkan hingga tingkat kecamatan dan desa sebagai upaya mengembalikan kejayaan partai di parlemen.
Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan Pendidikan Politik dan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PAC PPP se-Kabupaten Bandung Barat, Selasa (25/8/2026).
Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan penguatan struktur menjadi agenda penting setelah seluruh tahapan Muswil dan Muscab selesai. Konsolidasi kini diarahkan ke tingkat PAC hingga ranting.
“Apa yang disampaikan oleh Ketum kepada kami, sehingga sekarang kami melakukan penguatan struktur. Setelah Muswil selesai, Muscab selesai, Musancab dan Musran,” ujar Uu, Selasa (25/8/2026).
Menurutnya, penguatan struktur tidak cukup hanya dengan membentuk kepengurusan. Para kader juga akan dibekali pendidikan politik dan pemahaman mengenai identitas PPP sebagai partai yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
“Karena masih banyak orang beranggapan bahwa Partai Islam dengan yang lain itu sama saja. Padahal jelas Partai Islam adalah partai yang berdasarkan Islam, dan kita harus melaksanakan apa yang menjadi tujuan partai,” katanya.
Uu menegaskan, PPP memiliki tujuan memperjuangkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan tetap berlandaskan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tak sekadar konsolidasi, PPP Jawa Barat juga memasang target untuk mengembalikan kursi legislatif yang hilang pada pemilu sebelumnya.
“Target di Jawa Barat setelah ini selesai, pertama ingin mengembalikan anggota DPR Provinsi. Dulu 11, sekarang 6. Yang kedua, meningkatkan raihan anggota DPRD kota/kabupaten Jawa Barat,” ungkapnya.
Di tingkat kabupaten/kota, perolehan kursi PPP di Jawa Barat yang sebelumnya mencapai 143 kursi kini tersisa 87 kursi. Kondisi lebih berat terjadi di KBB. PPP yang sebelumnya mampu menempatkan lima kader di DPRD KBB, kini tidak memiliki satu pun kursi.
“Termasuk Kabupaten Bandung Barat. Dulu sampai lima orang, sekarang nihil,” tegas Uu.
Karena itu, konsolidasi kader akan diarahkan tidak hanya untuk memperkuat struktur, tetapi juga meningkatkan kemampuan kader dalam merekrut pemilih dan memperkenalkan program partai kepada masyarakat.
“Diberikan tata cara bagaimana merekrut massa, tata cara menjual partai kepada masyarakat supaya masyarakat tertarik. Karena bukan hanya gambar Ka’bah yang diberikan atau dipasarkan kepada masyarakat,” katanya.
PPP juga mulai menyiapkan strategi untuk mendekati kelompok pemilih muda, khususnya Gen Z, serta kaum perempuan. Program partai ke depan akan diarahkan pada persoalan yang dianggap dekat dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari lapangan kerja, teknologi informasi hingga pemberdayaan ekonomi.
Uu menyebut PPP berencana menggelar berbagai pelatihan keterampilan, seperti servis telepon seluler, servis kompor gas hingga pengelasan. Sementara bagi perempuan, program akan diarahkan pada pengembangan UMKM dan kegiatan produktif lainnya.
“Program-program yang move on dengan hari ini. Tentang tenaga kerja, tentang IT ataupun yang lainnya. Apalagi anak muda kan Gen Z, sekarang kan lapangan kerja,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC PPP Kabupaten Bandung Barat, Rizwansyah, mengatakan konsolidasi di KBB merupakan bagian dari instruksi DPW PPP Jawa Barat untuk membenahi sekaligus memperkuat organisasi hingga tingkat bawah.
Menurutnya, kepengurusan PAC dan ranting menjadi fokus utama. Meski pesta politik masih sekitar tiga tahun lagi, PPP KBB memilih tidak menunggu hingga mendekati momentum pemilu untuk bergerak.
“Walaupun pesta politik masih jauh, tetapi kita menyusun kekuatan di internal untuk pemilihan nanti di tiga tahun mendatang. Saat ini kami masih konsolidasi mulai dari PAC dan ranting,” kata Rizwansyah.
Dengan konsolidasi yang dimulai sejak sekarang, PPP KBB dihadapkan pada pekerjaan besar: mengubah kondisi dari nihil kursi DPRD KBB menjadi kembali memiliki wakil di parlemen pada pemilu mendatang. ****
