PW Persis Jabar Kecam Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras
BANDUNG — Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PW Persis) Jawa Barat mengecam keras adanya challenge hafalan surat Al-Qur’an berhadiah minuman keras (miras) yang disebut digelar di salah satu booth dalam acara The Sound Project.
PW Persis Jabar menilai kegiatan tersebut tidak hanya tidak pantas, tetapi juga diduga mengarah pada tindakan penodaan agama karena menggunakan ayat suci Al-Qur’an dalam aktivitas yang dikaitkan dengan pemberian hadiah berupa minuman keras.
Ketua PW Persis Jawa Barat, K.H. Iman Setiawan Latief, S.H., M.Pd., meminta aparat penegak hukum untuk mengusut persoalan tersebut secara serius dan transparan.
“Kami mengecam keras dan meminta agar pelaku maupun penyelenggara diusut sampai ke jalur hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran. Jangan sampai persoalan seperti ini dibiarkan karena dapat mencederai kesucian agama,” tegasnya.
Menurut PW Persis Jabar, Al-Qur’an merupakan petunjuk hidup umat Islam yang harus ditempatkan secara terhormat. Ayat-ayat suci tidak semestinya dijadikan bahan permainan, promosi, maupun kepentingan komersial yang bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam.
PW Persis Jabar juga menilai penggunaan simbol dan ayat keagamaan dalam kegiatan tersebut berpotensi menodai kehidupan beragama di Indonesia yang selama ini dijaga bersama.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga adab, menghormati kesucian agama, serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu keresahan dan perpecahan,” ujarnya.
Selain itu, PW Persis Jabar mendesak pihak berwenang untuk melakukan pemeriksaan dan mengambil langkah hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan apabila ditemukan adanya unsur tindak pidana.
“Menjaga kemuliaan agama adalah tanggung jawab bersama. Kebebasan berekspresi tidak boleh menjadi alasan untuk merendahkan atau menodai nilai-nilai agama. Agama harus dimuliakan bukan dinistakan,” pungkas K.H. Iman Setiawan Latief. ***
