SMPN 2 Ngamprah Segera Dibenahi, Tiga Ruang Kelas Diusulkan Direhab
BANDUNG BARAT — Pemkab Bandung Barat kembali memonitor kondisi SMPN 2 Ngamprah untuk memastikan perbaikan sekolah berjalan sesuai arahan Bupati Bandung Barat.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan KBB, Edy Syafrudin, S.Pd., M.A.P, mengatakan sejumlah hasil monitoring sebelumnya sudah ditindaklanjuti. Papan tulis yang rusak telah diganti, sementara pintu sejumlah toilet sedang diukur dan ditargetkan segera dipasang.
Namun, kebersihan lingkungan sekolah masih menjadi perhatian. Edy meminta pihak sekolah segera membersihkan lingkungan dalam waktu maksimal tiga hari.
“Kami minta maksimal tiga hari, lingkungan sekolah sudah kembali bersih,” tegas Edy.
Hal itu dinilai penting karena SMPN 2 Ngamprah pernah meraih predikat Adiwiyata pada 2024.
Selain itu, sejumlah fasilitas yang rusak diminta segera diperbaiki menggunakan dana BOS untuk pemeliharaan. Namun, kerusakan berat seperti rehabilitasi ruang kelas tetap menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Atas arahan Bupati Bandung Barat, tiga ruang kelas akan direhabilitasi. Dua ruang kelas di bagian ujung dan satu ruang kelas di sebelahnya ditargetkan masuk dalam APBD Perubahan 2026. Pemkab juga akan mengkaji kemungkinan menggunakan anggaran BTT.
Edy menyebut, kondisi sejumlah bangunan sekolah saat ini masuk kategori rusak sedang, terutama pada bagian plafon dan lantai.
Sebelumnya, Disdik KBB telah mengusulkan revitalisasi SMPN 2 Ngamprah kepada pemerintah pusat. Sebanyak 29 ruang kelas telah diusulkan dan sudah melalui proses verifikasi. Pemkab kini masih menunggu persetujuan.
Perbaikan sekolah dilakukan bertahap. Pada 2024, dua ruang kelas telah direhab, disusul satu ruang kelas pada 2025.
“Kami akan perbaiki secara bertahap. Dana BOS digunakan untuk pemeliharaan ringan, sedangkan kerusakan berat menjadi tugas pemerintah daerah,” tegas Edy.
Pemkab KBB memastikan seluruh temuan hasil monitoring akan segera ditindaklanjuti agar SMPN 2 Ngamprah memiliki lingkungan belajar yang aman, bersih dan layak. ***
