Dinkes KBB Gelar Lokakarya Kesiapsiagaan Menghadapi Penyakit Zoonotik Bereng Awak Media

BANDUNG BARAT– Awak media di Kabupaten Bandung Barat mendapat pencerahan dalam acara lokakarya edukasi pencegahan wabah penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia atau Zoonotik.

Kegiatan yang dihelat Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat bekerja sama dengan Portal Kesehatan Masyarakat (Portkesmas) dan Pokja RCCE (Komunikasi Risiko dan Pelibatan Masyarakat) di gelar di Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda) Bandung Barat, Kamis 9 Juli 2026.

Acara tersebut juga melibatkan Dinas Peternakan, Dinas Komunikasi dan Informasi, Palang Merah Indonesia, Promotor Kesehatan, Nahdatul Ulama, dan Muhammadiyah.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bandung Barat, Dudy Prabowo, S.Sos.,MM mengatakan, kegiatan yang melibatkan jurnalis, setidaknya dapat menyampaikan pemberitaan tentang penyakit zoonotik yang mudah dipahami publik.

“Lokakarya ini juga bertujuan untuk meningkatkan efektifitas komunikasi publik dan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk dapat merespon wabah,” kata Dudy.

Lewat lokakarya ini juga, sebut Dudy, dapat memperkuat jejaring kerja dan kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi penyakit zoonotik yang berpotensi menjadi wabah seperti flu burung, rabies, antraks dan leptospirosis.

“Lokakarya ini juga memberikan pembekalan pada pemangku kepentingan di daerah untuk dapat mengatasi beredarnya berbagai hoaks tentang wabah penyakit,” sebutnya.

Dudy berharap, kegiatan ini dapat membangun kesiapsiagaan semua sektor terkait untuk menghadapi potensi wabah penyakit zoonotik. “Jangan sampai penyakitnya muncul dan menyebar tapi kita belum siap. Justru di masa tenang ini ketika belum ada wabah sudah bersiap dan berkoordinasi,” kata Dudy.

Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bandung Barat, dr. Enung Masruroh, MM mengatakan, membangun kesiapan pemerintah dan masyarakat sangat penting agar wabah dapat dicegah dan ditangani dengan cepat.

“Kita harus belajar dari pandemi COVID-19 pada 2020 dan wabah flu burung pada 2007 di Kota Cimahi, jangan sampai ada korban,” sebut Enung.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat, drh. Acep Rohimat, M.Tr.A.P menjelaskan, bahwa penyakit zoonotik dapat menular dari hewan ke manusia melalui kontak dengan hewan yang terjangkit.

“Kita bisa kena rabies karena gigitan kucing, anjing, monyet atau kelelawar,” kata Acep.

Kendati begitu, lanjut Acep, dapat dicegah dengan cara vaksinasi hewan secara rutin setiap tahun. “Kita juga bisa tertular flu burung jika menyentuh ayam, burung atau bebek yang sakit dan mati mendadak serta menyentuh kotorannya atau konsumsi ayam dan telur yang tidak dimasak sampai matang,” ungkapnya.

Saat musim hujan, air kencing tikus yang bercampur dengan genangan air juga dapat menyebabkan penyakit leptospirosis yang bahaya. Untuk itu penting untuk selalu pakai alas kaki tertutup seperti sepatu bot agar tidak tejangkit.

Program Manager, Portal Kesehatan Masyarakat, dr. Basra Ahmad Amru menyampaikan, selain Kabupaten Bandung Barat, kegiatan ini juga dilaksanakan di Kota Bogor, Kota Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Surabaya dan Kabupaten Malang.

“Penguatan jejaring kerja di daerah sangat penting agar pencegahan dan penanganan wabah penyakit zoonitik dapat berjalan efektif,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Pokja RCCE, Rizky Ika Syafitri, menyampaikan, masyarakat berhak mendapatkan lifesaving information atau informasi penting yang dapat menyelamatkan jiwa. Informasi yang benar, menarik dan mudah dicerna adalah kunci agar warga mau menerapkan berbagai perilaku pencegahan.

“Agar informasi dapat menyasar warga sampai ke pelosok, selain petugas promosi kesehatan, tokoh masyarakat dan tokoh agama dan media juga memiliki peran besar dalam mempengaruhi perilaku masyarakat,” tandasnya. ***